Hapus Software Ini Agar Windows Aman Dari Malware Dan Virus

Hapus 7 Software Ini Agar Windows Aman Dari Malware Dan Virus

Didalam sebuah PC ataupun Laptop kita dapat menginstal aplikasi apapun yang kita mau,tanpa adanya batasan. Dengan tidak adanya betasan tersebut terkadang kita ingin mencoba – coba aplikasi baru dengan menginstalnya baik dari Microsoft Store atau dengan mendownload installernya di internet.

Meskipun begitu banyak aplikasi yang kita instal sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan atau bahkan tidak dibutuhkan sama sekali, karena sebenarnya kita sudah memiliki aplikasi serupa atau tidak pernah dipakai.

Banyaknya software yang beredar di internet yang mengadung malware ataupun virus membuat kita harus lebih hati – hati sebelum menginstal sebuah software. Meskipun di dalam windows sudah ada Windows defender yang dapat menyeleksi apabila terdapat software yang mengandung virus atau malware tetapi tidak ada jaminan software tersebut tidak lolos dari Windows defender.

Selain itu mengintal aplikasi terlalu banyak juga dapat menyebabkan Komputer kita menjadi lambat, karena terkadang ada aplikasi yang berjalan di latar belakang. Untuk itu ada baiknya meyeleksi software yang jarang kita pakai atau bahkan tidak kita pakai demi mencegah datanya virus dan juga menghemat resource komputer kita.

Berikut adalah aplikasi atau software yang biasanya jarang atau tidak kita gunakan, dan harus kita hapus :

1. Java

Java adalah media runtime di plugin browser ataupun di dekstop yang dulu sangat populer tetapi juga memiliki masalah pada keamananya. Saat ini situs – situr web sudah meninggalkan runtime java, sehingga software ini sudah tidak diperlukan lagi dan perlu dihapus demi keamanan perangkat kalian.

Jika kalian bukan seorang developer Android, sangat disarankan untuk menhapus software ini, karena dari informasi yang dibagikan W3Techs bahwa kurang dari 0,02% website yang masih menggunakan Java.

2. Bloatware di Windows 10

Bloatware di Windows 10

Sistem operasi Windows 10 biasanya disematkan bloatware yang biasanya terinstal dalam bentuk software aplikasi yang terinstal di Microsoft Store, dan sebenarnya masih bisa dihapus dengan mudah.

Beberapa Bloatware yang biasanya ada pada Windows 10 adalah seperti Xbox dan Weather yang mungkin bagi sebagian besar pengguna di Indoensa tidak terlalu penting, atau bahkan tidak digunakan sama sekali. Selain software – software diatas, ada juga beberapa game yang tidak digunakan dan bisa kalian hapus.

3. QuickTime

QuickTime

QuickTime adalah aplikasi player audio video yang dimiliki oleh apple, software ini juga tersedia untuk Windows namun sekarang apple sudah menghentikan dukungan untuk Windows pada 2016 yang lalu.

QuickTime dikabarkan memiliki celah keamanan yang tidak diperbaiki oleh apple, oleh karena itu resiko disusupi virus dan malware menjadi semakin besar. Sebagai pengganti dari QuickTime kalian dapat mencoba menggunakan software pemutar audio video VLC yang tersedia gratis di internet.

4. CCleaner

ccleaner

Ccleaner sebenarnya adalah aplikasi yang sangat berguna untuk menghapus file sampah, dan file sistem yang tidak digunakan di Windows. Tetapi masalah mulai bermunculan sejak CCleaner diakuisisi oleh Avast.

Aplikasi ini jadi terasa berat berjalan di sistem Windows, karena banyak update dan koleksi data yang aktif dengan sendirinya, hingga malware yang masuk kedalam software ini. Untuk menjaga dari hal – hal yang tidak diinginkan, sbaiknya kalian uninstal aplikasi dan gunakan software pembersi bawaaan dari Windows yaitu Disk Cleanup.

5. uTorrent

uTorrent

uTorent adalah software unutk mendownload file torrent yang cukup populer, namun beberapa tahun belakangan uTorrent mulai memasukan iklan – iklan yang mengganggu pengguna. Terkadang ada beberapa tools dan software lain yang terinstal bersama dengan uTorrent, ini sangat mengganggu dan membuat rasa tidak aman.

Bahkan pada uTorrent diketahui telah menyisipkan software mining crypto tanpa sepengetahuan pengguna pada tahun 2015. Maka sebagai pengganti uTorrent apabila kalian akan mendownload file torrent  adalah Bittorent yang sangat direkomendasikan.

6. Adobe Flash Player dan Shockwave Player

flashplayer

Pada tahun ini Adobe telah resmi menghentikan dukungan untuk adobe Flash player dan Shockwave. Browser – browser populerpun telah memblokir extension adobe Flash player dan Shockwave di browser mereka. Maka bagi kalian yang masih memiliki dan menggunakan adobe Flash player dan Shockwave sangat disarankan untuk menghapusnya.

Agar perangkat komputer kalian bisa lebih aman dari masalah keamanan di masa mendatang, karena adobe Flash player dan Shockwave sudah tidak lagi memberikan update apapun ke adobe Flash player dan Shockwave.

7. Microsoft Silverlight

silverlight

Sama seperti halnya dengan adobe flash player, Microsoft Silverlight juga merupakan web framework untuk konten media di brwoser. Tidak berbeda dengan adobe flash, Microsoft Silverlight juga sudah tidak dipakai lagi di website – website sekarang.

Hanya kurang dari 0,03% website yang masih menggunakan Microsoft Silverlight. Browser browser populer saat ini pun sudah tidak mendukung software yang satu ini. Jadi sangat disarankan kalian unutk menghapus software ini untuk keamanan sistem kalian dan juga untuk menghemat memori perangkat.

Software – software diatas adalah hanya sebagian software yang tidak diperlukan yang sebaiknya kalian hapus, untuk mecegah masuknya virus atau malware dan juga untuk menhemat recource perangkat kalian.